- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hallo sahabat blogger penulis kali ini akan membahas 3 (Tiga) Point yaitu Motivasi, Kepemimpinan, dan Komunikasi Karena pembahasan ini sangat penting.
Nah
point pertama penulis akan membahas Motivasi, tapi sebelumnya kita harus
paham terlebih dahulu motivasi itu apa sih.
![]() |
| Gambar Ilustrasi Motivasi |
Motivasi adalah
perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya
perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Serta motivasi percaya diri dan
terus semangat dalam menggapai sesuatu ibarat tidak galau gitu hehehehe …
Dasarnya, motivasi berasal dari bahasa
Inggris motivation yang artinya dorongan. Dorongan untuk melakukan suatu tujuan
tertentu. Di tempat asalnya, motivasi ini mengarah kepada kebaikan.
Sedangkan di tempat kita, media sering menyalah artikan motivasi dengan sesuatu yang mengarah kepada bukan kebaikan. Misalnya ada berita yang menjelaskan bahwa seorang melakukan perampokan karena termotivasi film Money Heist.
Jenis Motivasi
Berdasarkan jenisnya, motivasi bisa kita
kategorikan berdasarkan dari mana ia datang. Yaitu :
Motivasi intrinsik > dorongan yang berasal
dari dalam > dorongan dari hati dan perasaan.
Motivasi ekstrinsik > dorongan yang berasal dari luar > dorongan dari lingkungan kerja.
Teori-teori Motivasi
Beberapa teori motivasi yang mudah kita lihat dalam kehidupan
sehari-hari adalah sebagai berikut :
- Teori Maslow (Kebutuhan)
Dari teori ini kita belajar bahwa seseorang akan melakukan sesuatu
ketika ia merasa membutuhkan sesuatu. Setiap kebutuhan akan ia kejar lalu ia
dapatkan.
Setelahnya ia akan mengejar kebutuhan ke dua, ke tiga dan
kebutuhan lainnya. Dorongan untuk melakukan sesuatu tersebut muncul karena
individu membutuhkan sesuatu, karenanya ia merasa perlu untuk bekerja keras
atau melakukan upaya lainnya.
- Teori Harapan
Teori ini berasal dari dorongan seseorang terhadap harapan-harapan
yang dirasa akan membuat seseorang tersebut puas. Misalnya harapan Fauzi agar
bisa meminang kekasih hati, sehingga Fauzi merasa terdorong untuk mengupayakan
segala hal untuk dia.
- Teori prestasi
Tidak jauh berbeda dengan teori-teori sebelumnya. Teori prestasi
ini mengatakan bahwa seseorang bisa terdorong melakukan sesuatu karena akan
mendapatkan prestasi. Misalnya Cinta dan Rangga yang berlomba belajar
terus-terusan agar mendapatkan rangking pertama.
Fungsi Motivasi
- Untuk menentukan arah langkah
- Untuk memutuskan sesuatu
- Untuk memilih sesuatu
- Untuk tetap semangat ketika melakukan sesuatu
- Untuk mendapatkan sesuatu
![]() |
| Gambar Ilustrasi Kepemimpinan |
Nah sekarang temen temen blogger apa sih yang
dinamakan Kepemimpinan itu :
Kepemimpinan adalah sebuah
kekuatan atau kemampuan yang ada di dalam diri seseorang. Sikap kepemimpinan
tersebut digunakan ketika memimpin. Salah satu pengaruh yang ditimbulkan dati
sikap kepemimpinan tersebut adalah dapat mempengaruhi seseorang. Pengaruh yang
diberikan ini dimaksudkan di dalam sebuah pekerjaan atau organisasi. Hal itu
dikarenakan umumnya sikap kepemimpinan dibutuhkan seseorang dalam memimpin
sebuah pekerjaan atau organisasi.
1. Aspek Penting Kepemimpinan
Aspek penting di dalam sebuah
kepemimpinan tercantum di dalam buku yang berjudul Manajemen Sumber Daya
Manusia (2009). Buku tersebut karya dari Edy Sutrisno. Dijelaskan bahwa
kepemimpinan memiliki tiga aspek penting, di antaranya adalah sebagai berikut:
A. Seorang pemimpin harus melibatkan orang lain
Orang lain yang dimaksud di sini
adalah sebagai pengikut, bawahan, atau anggota-anggota kelompok. Kesediaan dari
anggota kelompok dalam menerima sebuah arahan dari pemimpin tentu akan
membantu. Melalui hal tersebut, akan membantu menegaskan status pemimpin. Selain
itu, akan memungkinkan terjadinya sebuah proses kepemimpinan. Tanpa adanya
bawahan atau anggota, semua sikap dan sifat dari kepemimpinan seorang pemimpin
menjadi tidak relevan.
B.
Kepemimpinan mencakup
distribusi kekuasaan
Aspek kedua, kepemimpinan mencakup distribusi kekuasaan
yang tidak sama di antara pemimpin dan para anggota kelompok. Maksud dari aspek
ini adalah anggota kelompok tetap memiliki kuasa di dalam sebuah organisasi.
Mereka dapat membentuk kegiatan kelompok melalui berbagai cara. Akan tetapi,
kekuasaan dari pemimpin organisasi cenderung akan lebih tinggi, jika
dibandingkan dengan anggota kelompoknya.
C.
Kepemimpinan sebagai
kemampuan dalam menggunakan kekuasaan
Aspek ketiga dari kepemimpinan adalah sebagai kemampuan dalam menggunakan berbagai bentuk kekuasaan. Kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin umumnya akan digunakan dalam memengaruhi perilaku anggota kelompoknya.
Pada dasarnya, para pemimpin akan memengaruhi para anggota
kelompoknya. Supaya anggota kelompok dapat melakukan pengorbanan secara
pribadi. Pengorbanan tersebut digunakan demi tujuan organisasi. Oleh karena
itu, para pemimpin diharapkan memiliki kewajiban khusus dalam mempertimbangkan
etika, saat akan mengambil sebuah keputusan.
2.
Teori Kepemimpinan
a)
Great Man Theory
Great Man Theory yang dikenal sebagai teori orang hebat ini
berkembang sejak abad ke-19. Teori ini membuat asumsi mengenai sifat
kepemimpinan dan bakat kepemimpinan. Teori ini menyebutkan bahwa hal-hal
tersebut dibawa seseorang sejak orang itu dilahirkan.
Meskipun tidak dapat diidentifikasi dengan sebuah kajian
ilmiah mengenai karakteristik serta kombinasi manusia seperti hal apa yang bisa
dikatakan sebagai pemimpin yang hebat, tetapi sudah banyak orang mengakui bahwa
hanya satu orang di antara banyak individu, pasti memiliki ciri khas sebagai
seorang pemimpin yang hebat.
b)
Teori gaya dan
perilaku
Teori kepemimpinan berdasarkan gaya dan perilaku ini
disebut sebagai kebalikan dari teori orang hebat atau great man theory. Teori
berdasarkan gaya dan perilaku ini menyatakan bahwa pemimpin yang hebat itu
dibuat. Teori ini menjelaskan bahwa pemimpin yang hebat itu bukan berasal sejak
mereka dilahirkan.
Teori kepemimpinan ini memfokuskan pada tindakan dari
seorang pemimpin. Vulkan pada kualitas sifat, mental atau karakter bawaan dari
orang tersebut. Teori gaya dan perilaku ini juga menyebutkan bahwa seseorang
dapat belajar serta berlatih menjadi pemimpin.
c)
Trait Theory
Trait Theory juga sering disebut sebagai teori sifat
kepribadian. Teori ini meyakini bahwa seseorang yang dilahirkan atau dilatih
menggunakan sebuah kepribadian tertentu, maka mereka akan menjadi unggul dalam
peran kepemimpinannya.
Hal tersebut dapat diartikan sebagai kualitas kepribadian
tertentu. Contohnya seperti kecerdasan, keberanian, kecakapan, pengetahuan,
imajinasi, daya tanggap, kreativitas, fisik, disiplin, rasa tanggung jawab dan
nilai-nilai lainnya yang membuat seseorang dapat menjadi pemimpin yang baik.
Teori kepemimpinan ini memfokuskan pada analisis
karakteristik fisik, mental dan sosial. Gunanya adalah untuk mendapatkan lebih
banyak lagi pengetahuan serta pemahaman mengenai karakteristik dan kombinasi
karakteristik yang umum di antara pemimpin-pemimpin.
d)
Behavioral Theories
Teori kepemimpinan behavioral theories ini adalah reaksi
dari trait theory. Behavioral theories atau teori perilaku ini menghadirkan
sudut pandang yang baru mengenai kepemimpinan. Daripada karakteristik fisik,
mental dan sosial dari seorang pemimpin, teori ini memberikan perhatian pada
perilaku para pemimpin itu sendiri.
Teori ini juga menganggap bahwa keberhasilan seorang
pemimpin akan ditentukan dari perilakunya. Seperti perilaku dalam melaksanakan
fungsi-fungsi kepemimpinan. Serta perilaku tersebut juga dapat dipelajari atau
dilatih. Selain itu, teori ini juga menganggap bahwa kepemimpinan yang
terbilang sukses adalah yang didasarkan pada perilaku yang bisa dipelajari.
e)
Contingency Theory
Contingency theory menganggap bahwa tidak ada acara yang
paling baik untuk menyatakan dan memimpin. Teori ini menganggap bahwa setiap
gaya kepemimpinan harus didasarkan pada kondisi dan situasi tertentu. Atas
dasar teori kontingensi ini, seseorang akan mungkin dapat berhasil tampil dan
memimpin, dengan sangat efektif pada situasi, kondisi dan tempat tertentu.
Akan tetapi, kinerja kepemimpinan juga berubah sesuai
dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Apabila pemimpin tersebut
dipindahkan ke kondisi dan situasi lain, atau ketika faktor-faktor di
sekitarnya juga telah berubah pula. Contingency Theory atau teori kontingensi
ini juga sering disebut dengan teori kepemimpinan situasional.
f)
Teori Servant
Teori kepemimpinan selanjutnya adalah teori servant. Dalam
bahasa Indonesia, disebut sebagai pelayan. Teori ini pertama kali diperkenalkan
pada awal tahun 1970 an. Teori ini meyakini bahwa seorang pemimpin yang baik
adalah pemimpin yang dapat bertugas melayani, menjaga serta memelihara
kesejahteraan fisik dan mental para anggota atau pengikutnya.
Gaya kepemimpinan ini cenderung terfokus untuk memenuhi
kebutuhan dari pengikutnya. Serta membantu mereka untuk menjadi lebih mandiri
dan berwawasan yang lebih luas. Pada teori inim pemimpin yang baik diharuskan
memiliki simpati. Selain itu, dapat meredakan kecemasan yang dirasa berlebihan
dari anggotanya.
Oleh karena itu, fungsi kepemimpinan diberikan pada
seseorang yang pada dasarnya memiliki jiwa melayani atau pelayan. Teori ini
menunjukkan bahwa tugas seorang pemimpin untuk berkontribusi dalam
kesejahteraan orang lain. Hal itu adalah bentuk dari pertanggungjawaban sosial.
g)
Teori transaksional
Transaksional berasal dari kata dasar transaksi. Teori ini
menggambarkan sebuah gaya kepemimpinan yang berdasar pada perjanjian atau
kesepakatan. Perjanjian atau kesepakatan tersebut dibuat seseorang dengan orang
lain.
Dalam hal ini, tentu yang menjadi pelaksana adalah pemimpin
dan staf atau anggotanya. Perjanjian tersebut dibuat dengan tujuan mendapat
pertukaran atau transaksi yang sepadan. Atau saling menguntungkan di antara
pemimpin dan stafnya.
Seorang staf yang dapat melaksanakan tugas dari seorang
pemimpin dengan baik, adalah nilai yang lebih. Baik untuk staf maupun untuk
pemimpin yang telah memberikan tugas tersebut. ketika tugas itu diselesaikan
dengan baik, maka seorang pemimpin akan memberi apresiasi.
Bentuk apresiasinya bisa beragam, seperti kenaikan gaji,
tunjangan, bonus, kenaikan posisi dan lain sebagainya. Pemberian apresiasi
berupa yang atau tanda mata yang lain adalah bentuk penghargaan atas kinerja
seseorang. Hal itu akan membuat seseorang tersebut merasa kerja kerasnya
dihargai. Penghargaan ini juga termasuk suatu bentuk yang sudah disepakati
sebelumnya.
h)
Teori transformasional
Teori ini mengacu pada kata transformasi, kata tersebut
memiliki arti umum perubahan. Teori kepemimpinan transformasional adalah sebuah
teori yang mengarahkan pada istilah “memanusiakan manusia”. Teori ini
mengedepankan pendekatan personal pemimpin dengan bawahannya atau organisasi.
Hal itu dilakukan dalam rangka mengubah kesadaran,
membangun semangat serta memberi inspirasi. Dilakukan demi mencapai tujuan
bersama, tanpa merasa ditekan atau tertekan. Bahkan, mampu memberikan motivasi
pada setiap anggotanya.
Gaya kepemimpinan transformasional selalu ingin mengelola
lembaga atau organisasi yang dipercayakan pada orang tersebut dengan lebih
efisien dan efektif.
Itulah penjelasan mengenai apa
itu kepemimpinan, aspek-aspek kepemimpinan dan teori-teori kepemimpinan. Untuk
menjadi seorang pemimpin yang hebat, maka sikap kepemimpinan harus ditanamkan
dan dibentuk. Melalui pengalaman, pelatihan dan cara-cara lainnya.
![]() |
| Gambar Ilustrasi Komunikasi |
Nah sekarang kita bahas Komunikasi, Apa itu
Komunikasi ?
Komunikasi berasal dari bahasa latin communicare atau communis yang
memiliki definisi menjadikan milik bersama. Artinya seseorang berupaya
melakukan atau menyampaikan sesuatu agar orang lain menjadikan apa yang jadi
milik kita, menjadi miliknya juga.
Singkatnya komunikasi versi latin ini berarti
menyampaikan sesuatu agar orang lain juga mengerti apa yang disampaikan. Beda
dengan latin, kita bisa mengartikan komunikasi sebagai proses di antara satu atau lebih
orang di mana mereka akan saling bertukar informasi agar tetap terhubung. Komunikasi bisa berupa lisan, tulisan, isyarat, sandi
atau informasi lain
yang bisa menghubungkan satu
orang dengan orang lainnya.
1.
Jenis Komunikasi
Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk
menciptakan atau meningkatkan aktivitas hubungan antara manusia atau kelompok :
Jenis
komunikasi terdiri dari :
Ø Komunikasi verbal dengan
kata-kata
Komunikasi
Verbal mencakup aspek-aspek berupa ;
·
Vocabulary (perbendaharaan
kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan
kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam
berkomunikasi.
·
Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif
dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat
atau terlalu lambat.
·
Intonasi suara: akan mempengaruhi arti
pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan
dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proporsional
merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
·
Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia.
Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu
menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan
harus diingat bahwa humor adalah merupakan satu-satunya selingan dalam
berkomunikasi.
·
Singkat dan jelas. Komunikasi akan
efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya
sehingga lebih mudah dimengerti.
·
Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang
perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia
untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau
memperhatikan apa yang disampaikan.
Ø Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal
adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal
memberikan arti pada komunikasi verbal.
Yang termasuk komunikasi
non verbal :
·
Ekspresi wajah
Wajah merupakan sumber
yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi
seseorang.
·
Kontak mata,
Merupakan sinyal alamiah
untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinteraksi atau
tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya
dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan. Melalui
kontak mata juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk
mengobservasi yang lainnya
·
Sentuhan
Adalah bentuk komunikasi
personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi
verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan
emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
·
Gestur tubuh dan gaya berjalan.
Cara seseorang berjalan,
duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan
gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
·
Sound (Suara).
Rintihan, menarik nafas
panjang, tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan
pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan
dengan semua bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai
desis atau suara dapat menjadi pesan yang sangat
·
Gerak isyarat,
Bisa di artikan adalah
yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total
dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan
selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stres bingung
atau sebagai upaya untuk menghilangkan stres.
2.
Bentuk Komunikasi
Komunikasi sebagai proses memiliki bentuk
:
Bentuk Komunikasi berdasarkan
Komunikasi langsung
Komunikasi langsung
tanpa menggunakan alat. Komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang
berarti khusus dan penggunaan isyarat, misalnya kita berbicara langsung kepada
seseorang di hadapan kita.
Komunikasi tidak
langsung
Biasanya menggunakan
alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima pesan (sasaran)
ataupun untuk menghadapi hambatan geografis, waktu misalnya menggunakan radio,
buku, dll.
Contoh : “ Buanglah sampah pada tempatnya.”
Bentuk komunikasi berdasarkan besarnya sasaran :
a)
Komunikasi massa, yaitu komunikasi
dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak
dikenal.
Komunikasi massa yang baik harus :
·
Pesan disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak
bertele-tele
·
Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami
·
Bentuk gambar yang baik
·
Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar (radio)
b)
Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang
sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat dihitung dan dikenal dan
merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.
c)
Komunikasi perorangan Adalah komunikasi
dengan tatap muka dapat juga melalui telepon.
Bentuk komunikasi
berdasarkan arah pesan :
·
Komunikasi satu arah
Pesan disampaikan
oleh sumber kepada sasaran dan sasaran tidak dapat atau tidak
mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya
radio.
·
Komunikasi timbal balik
Pesan disampaikan kepada
sasaran dan sasaran memberikan umpan balik. Biasanya komunikasi
kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik.
Nah mungkin itu penjelasan dari point di atas.
Sumber :
https://azwaribrahim.com/motivasi/
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya



Komentar
Posting Komentar