Pikiran adalah akar utama

Manajemen Konflik


Gambar Ilustrasi


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Gimana kabarnya semua temen-temen blogger ....

Nah kali ini penulis akan membahas permasalahan Manajemen Konflik ??, Nah sebelum nya apa sih manajemen Konflik itu sendiri.

Nah temen-temen disini penulis mengambil topik manajemen Konflik kenapa, karena manajemen Konflik berkaitan dengan Kecakapan Antara Personal dan Etika.

Nah pada topik ini penulis akan lebih membahas tentang Manajemen Konflik, yah temen-temen blogger.

Tapi sebelumnya kita harus memahami terlebih dahulu apa itu Manajemen dan apa itu konflik ?

Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan baik dalam organisasi maupun lingkungan pekerjaan ataupun di masyarakat. 

Nah sedangkan

Konflik adalah perjuangan seseorang atau pihak dimana konflik sendiri itu bisa ke sosial, ekonomi, maupun lainnya serta konflik sebuah masalah yang harus di selesaikan.

Untuk itu kenapa harus ada Manajemen Konflik jadi Manajemen Konflik adalah sebuah proses mengelola konflik dengan menyusun sejumlah strategi yang dilakukan oleh pihak-pihak berkonflik sehingga mendapatkan resolusi yang diinginkan.

Oh iya Manajemen Konflik Juga bisa di bagi lagi menjadi :
  • Upaya
  • Aktor
  • Objek (yang melakukan)
  • Sumber daya
  • Tujuan
Dimana poin tersebut sangat penting dan mendukung terhadap manajemen konflik, dan temen-temen blogger juga bisa menyimpulkan dalam point' tersebut.


Ilustrasi jenis konflik 

Nah Kemudian ada jenis-jenis Konflik yang harus di ketahui sebagai berikut :

1. Konflik Pribadi
Nah konflik ini bisa terjadi antara individu dan individu atau kelompok dengan kelompok, dan biasanya konflik pribadi di akibatkan kesalahpahaman.

2. Konflik Rasial 

Nah konflik ini biasanya terjadi diakibatkan oleh ras.

3. Konflik Agama

Bisanya terjadi diakibatkan kelompok kelompok yang memiliki keyakinan masing-masing terutama dalam keyakinan.

4. Konflik Antar Kelas Sosial

Bisanya ditimbulkan oleh kalangan orang kaya dan kalangan ekonomi ke bawah yang mana konflik terjadi meributkan politik.

5. Konflik Politik

Bisanya diakibatkan oleh pandangan politik jadi ada yang namanya membedakan.

6. Konflik Sosial

Bisanya konflik yang terjadi itu di kehidupan sosial masyarakat.

7. Konflik Internasional

Bisanya disebut oleh dunia baik dunia maju dan berkembang.

 Nah itu untuk pemahaman jenis jenis konflik.


Adapun Untuk Tingkat Konflik dalam manajemen konflik yang harus diketahui diantaranya :

1. Konflik laten atau masih belum nampak kepermukaan


2. Konflik yang mendahului (antecedent condition)


3. Konflik yang dapat diamati (perceived conflicts) dan konflik yang dapat dirasakan (felt conflict)


4. Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku (manifest behavior)


5. Penyelesaian atau tekanan konflik


6. Akibat penyelesaian konflik 


Tingkatan terakhir ketika sebuah konflik terjadi adalah :

  • Positif untuk kedua belah pihak yang berkonflik, artinya terdapat kesepakatan setelah pertikaia.
  • Negatif untuk kedua belah pihak, konflik pun berlanjut sampai kesepakatan terjadi.

Nah jadi itulah pembahasan tingkat terjadi konflik, temen-temen bisa di simpulkan baik sebelum terjadi maupun setelah terjadi dalam tingkatan konflik tersebut.


Bagaimana Orang Menerima Konflik?

Tentang bagaimana orang bersikap dalam menghadapi konflik disebut dengan gaya manajemen konflik. Menurut teori grid yang disampaikan Keneth W Thomas dan Ralp W Kilmann membagi manajemen konflik menjadi dua sisi.

Pertama disebut dengan memuaskan orang lain atau kooperatif sisi lainnya disebut dengan memuaskan diri sendiri atau assertif.

Selanjutnya kedua sisi dikembangkan menjadi 5 Gaya manajemen konflik sebagai berikut :

1. Kompetisi
Gaya ini orientasinya pada kepuasan diri sendiri dan ingin mengungguli lawan dalam berkonflik. Seseorang akan rela melakukan apapun, sebarapa biaya pun untuk mendapatkan kemenangan ketika berkonflik dengan lawannya.

Asertif tinggi dengan kooperatif rendah.

2. Kolaborasi

Jelas sekali seperti namanya gaya yang satu ini sangat kooperatif dan assertif. Di mana seseorang akan bekerjasama dengan lawan untuk menyelesaikan konflik. Mencari solusi bersama untuk kepuasan bersama pula. Kepuasan yang didapat adalah kepuasan bersama.

Koperatif tinggi dengan assertif tinggi.

3. Kompromi

Hampir mirip dengan kolaborasi di mana keduanya akan sama-sama menginginkan kepuasan lalu dicarilah titik tengah sebagai jalan keluar konflik yang terjadi. Bedanya adalah kepuasan yang mereka dapatkan hanya setengah-setengah saja.

Satu pihak memnberikan kepuasan kepada pihak lain untuk mencapai titik tengah. Asertif sedang koperatif sedang.

4. Menghindar

Kedua belah pihak yang berkonflik memilih untuk menjauhkan diri agar tidak terlibat. Upaya yang dilakukan selain menghindari konflik yaitu menundanya.

Kooperatif rendah assertif rendah.

5. Mengakomodasi

Ketika tingkat kooperatif seseorang tinggi dan tidak terlalu memedulikan kepentingan diri sendiri maka gaya manajamen konflik yang tampil adalah mengakomodasi atau mementingkan kepuasan orang lain daripada dirinya sendiri.

Nah dari temen-temen blogger dari Manajemen dan Konflik ataupun, Manajemen Konfliknya itu sendiri kita sudah tahu dan sedikit paham yah temen-temen blogger.

Nah untuk itu ada dan cara bagaimana penyelesaian Konflik itu : 

Ilustrasi penyelesaian konflik 

Ada delapan prosedur umum dalam rangka penyelesaian konflik, yaitu: Lumping it, Avoidance or exit, Coersion, Negotiation, Conciliation, Mediaton, Arbitration, dan Adjudication.

1. Lumping it. Terkait dengan kegagalan salah satu pihak yang bersengketa untuk menekankan tuntutannya. Dengan kata lain isu yang dilontarkan diabaikan (simply ignored) dan hubungan dengan pihak lawan terus berjalan.
2. Avoidance or exit. Mengakhiri hubungan dengan meninggalkannya. Dasar pertimbangannya adalah pada keterbatasan kekuatan yang dimiliki (powerlessness) salah satu pihak ataupun alasan-alasan biaya sosial, ekonomi atau psikologis.
3. Coersion. Satu pihak yang bersengketa menerapkan keinginan atau kepentingannya pada pihak yang lain.

4. Negotiation. Kedua belah pihak menyelesaikan konflik secara bersamasama (mutual settlement) tanpa melibatkan pihak ketiga.
5. Concilliation. Mengajak (menyatukan) kedua belah pihak yang bersengketa untuk bersama-sama melihat konflik dengan tujuan untuk menyelesaikan persengketaan.
6. Mediation. Pihak ketiga yang mengintervensi suatu pertikaian untuk membantu pihak-pihak yang bersengketa mencapai kesepakatan.
7. Arbitration. Bilamana kedua belah pihak yang bersengketa menyetujui intervensi pihak ketiga dan kedua belah pihak sudah harus menyetujui sebelumnya untuk menerima setiap keputusan pihak ketiga.
8. Adjudication. Apabila terdapat intervensi pihak ketiga yang memiliki otoritas untuk mengintervensi persengketaan dan membuat serta menerapkan keputusan yang diambil baik yang diharapkan maupun tidak oleh kedua belah pihak yang bersengketa.


Nah mungkin untuk penjelasan dan pemaparan Manajemen Konflik dari penulis sekian.

Sumber :

https://azwaribrahim.com/manajemen-konflik-dalam-kecakapan-antar-personal-dan-etika/

https://m.merdeka.com/jatim/7-jenis-konflik-dari-berbagai-sudut-pandang-dan-penyebabnya-menambah-wawasan-kln.html?page=4


https://elearning.menlhk.go.id/pluginfile.php/849/mod_resource/content/1/penyelesaian_konflik.html

Komentar