Pikiran adalah akar utama

Penyelesaian Masalah dalam Kecakapan Antar Personal

 

 

Gambar Ilustrasi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hallo gais sahabat blogger ….

Nah kali ini penulis akan membahas tentang Penyelesaian Masalah, karena setiap orang atau setiap indipidu memliki namanya masalah itu pasti dan tidak bisa menghidarinnya tapi untuk itu masalah pasti ada solusi dan penyelesaiannya.


Gambar Ilustrasi

Nah untuk itu kita harus tahu dulu apa sih masalah itu :

Masalah adalah suatu pernyataan tentang keadaan yang belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Biasanya sebuah masalah dianggap sebagai suatu hal yang harus dipecahkan atau diselesaikan. 

Secara singkat, masalah bisa disebut sebagai :

  • Sesuatu yang membutuhkan solusi;
  • Sesuatu yang jika dibiarkan maka bisa mengganggu keberlangsungan sesuatu;
  • Sesuatu yang jika dipikirkan tanpa ada solusi, bisa bikin stress sampai bunuh diri;
  • Sesuatu yang pasti ada solusinya walaupun tidak begitu mengenakkan.

Itulah empat poin cukup penting dalam sesuatu yang disebut masalah. paling penting yang harus diingat adalah poin terakhir yang menyebutkan bahwa masalah itu pasti ada solusinya.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia KBBI masalah ialah objek yang mesti dirampungkan. Ini sama nggak sih kayak pacarannya kamu sama si dia? Mesti dirampungkan ke jenjang pernikahan? Jawabannya adalah ya, sama! Hehe

Jenis-jenis Masalah

Berdasarkan jenisnya, masalah dibagi menjadi dua jenis

  1. Masalah sederhana kayak definisi bahagia
  2. Masalah rumit kayak hidupmu

Pertama tentang masalah yang sederhana. Jenis masalah yang satu ini terbilang mudah untuk diselesaikan karena tidak banyak orang atau sesuatu yang terlibat. Benang kusutnya hanya ada satu atau dua benang saja.

Kedua tentang masalah yang rumit. Jenis masalah yang satu ini biasanya terjadi karena memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. Ada banyak benang yang mesti diurai karena banyaknya orang atau sesuatu yang terlibat.

Faktor-faktor yang menjadi penyebab dan solusi masalah rumit ini juga tidak sedikit. Karena itulah untuk menyelesaikan masalah rumit memerlukan waktu dan kesabaran.

Langkah Menyelesaikan Masalah dengan 3M

Ø  Mengidentifikasi masalah dengan menguraikannya

Nah mungkin langkah ini efektif yah temen temen blogger kenapa ?, karena setiap masalah harus mengurangi masalah dengan cara mencari sumber dari permasalahan nya terlebih dahulu.

Ø  Mengumpulkan alternatif penyelesaian masalah

Setelah ketemu dengan sumber yang menyebabkan masalah, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan setiap alternatif atau kemungkinan cara yang bisa dilakukan agar masalah terselesaikan.

Memilih alternatif dan Melakukan Evaluasi

Setiap alternatif yang sudah dikumpulkan tadi proses penyelesaian, selanjutnya adalah memilih dan mengevaluasi altenatif. Masalah yang rumit biasanya tidak cukup selesai dengan satu alternatif saja. Karena banyak faktor yang memengaruhi masalah tersebut, sehingga banyak juga alternatif yang mesti dilakukan.

Setiap alternatif perlu dipilih dan dicoba satu persatu untuk mengetahui apakah berhasil atau tidak. Tidak berhasilnya alternatif dipilih akan menjadi evaluasi khusus untuk menemukan alternatif yang baru. Siklusnya akan selalu begitu sampai benar-benar bertemu dengan solusi yang tepat.

Itulah kenapa masalah yang rumit membutuhkan kesabaran. Karena lebih banyak waktu dan alternatif yang perlu dilakukan.

Langkah Menyelesaikan Masalah dengan BTS

Langkah penyelesaian masalah dengan 3M di atas akan berhasil ketika rumus BTS ini juga digunakan. Apa itu rumus BTS? Berdiskusi, Terbuka, Sepakat.

·         Berdiskusi

Apapun jenisnya, setiap permasalahan rumit maupun sederhana akan lebih mudah diuraikan dengan berdiskusi bersama. Diskusi bersama orang-orang yang berhubungan langsung dengan akar permasalahannya.

·         Terbuka

Diskusi akan lebih efektif ketika semua hal disampaikan dengan penuh keterbukaan. Tidak ada yang ditutup-tutupi hanya karena memiliki kepentingan pribadi.
Terbuka berarti membuka seluas-luasnya kritik dan saran.

·         Sepakat

Sepakat berarti banyak orang yang setuju dengan alternatif yang dipilih sebagai penyelesaian masalah. baik buruknya sudah disepakati semua pihak. Inilah goal atau tujuan semua pemecahan masalah. di mana terjadi kesepakatan di antara dua atau lebih pihak yang bermasalah.

Hambatan Penyelesaian Masalah

Proses penyelesaian masalah bisa menjadi lambat atau bahkan sampai tidak tersesaikan ketika pemecah masalah berhadapan dengan hambatan.

Apa itu hambatan dalam penyelesaian masalah? Singkatnya, hambatan adalah halangan atau rintangan, jika diurai lagi hambatan bisa menjadi:

  • Sesuatu yang datang tanpa dikehendaki
  • Menyebabkan kesulitan dalam melakukan proses
  • Harus dihilangkan jika proses ingin terus berjalan

Nah jadi temen temen blogger untuk pembahasana dari penyelesaian masalah, tapi dari itu juga setiap masalah baik masalah ringan sampai sulit pasti akan menemukan titik terangnya atau menemukan solusi masalahnya. Tapi itu juga tergantung dari masalahnya yang dihadapi dan sikap penyelesaiannya.


Gambar Ilustrasi lingkungan Kerja

Tapi sebelumnya setiap masalah pasti ada baik di keluarga, masyarakat, dan lingkungan kerja. Mah di sini penulis akan membahas tentang masalah di lingkungan kerja.

Lingkungan Kerja

Definisi lingkungan kerja menurut Komarudin (2001: 87) adalah kehidupan sosial psikologi dan fisik dalam organisasi yang berpengaruh terhadap pekerjaan karyawan dalam melakukan tugasnya.
Lebih jelas lagi, untuk mengerti tentang apa itu lingkungan kerja, seperti biasa harus di bagi menjadi  beberapa poin sebagai berikut :

  • Terdapat pekerja dengan jumlah yang cukup banyak.
  • Adanya target atau tugas yang harus dicapai oleh pekerja tersebut.
  • Terdapat kondisi dinamis yang memengaruhi pekerja dalam menyelsaikan tugas dan target.
  • Faktor-faktor dari luar memengaruhi kondisi dinamis lingkungan kerja..
  • Lingkungan kerja berperan penting dalam operasi perusahaan.
  • Memerlukan pengaturan agar target operasional perusahaan tercapai.

Bisa disimpulkan bahwa lingkungan kerja merupakan kondisi yang berlangsung di area tempat kerja para pekerja. Kondisi tersebut dapat memengaruhi para pekerja dalam melakukan tugasnya untuk mencapai target operasional perusahaan.

Lingkungan kerja nantinya memerlukan pengaturan yang baik sehingga dapat membuat operasional perusahaan berjalan dengan baik pula. Terciptanya kondisi yang sama-sama menguntungkan untuk pekerja dan perusahaan adalah goal utama pengaturan lingkungan kerja tersebut.

Jenis Lingkungan Kerja

Siagian (2001:57) membagi jenis lingkungan kerja menjadi dua yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik.

1.    Lingkungan kerja fisik

Fisik berarti sesuatu yang dapat dilihat, diraba dan dirasakan. Kehadiranya seharusnya bisa membuat pekerja lebih mudah dalam melaksanakan setiap tugas dan target yang diberkan.

Wujud lingkungan kerja fisik bisa meliputi sebagai berikut :

·         Ruang atau gedung tempat kerja yang memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja. Memiliki ventilasi yang cukup untuk keluar masuk udara memiiliki tingkat kekuatan yang baik untuk melindungi pekerja, pengaturan mesin, meja kantor dan lain sebagainya sesuai dengan aturan kesehatan dan keselamatan kerja. Sehingga para pekerja merasakan rasa aman ketika melakukan tugasnya.

·         Adanya tempat istirahat yang lengkap dengan kantin serta fasilitas bersih-bersih yang sangat mudah dijangkau oleh para pekerja.

·         Terdapat tempat untuk melaksanakan ibadah.

·         Peralatan bekerja yang sesuai standar dan cukup memadai.

·         Terdapat sarana transportasi yang disediakan perusahaan untuk memudahakan berangkat-pulang para pekerja.

2.      Lingkungan Kerja non Fisik

Melakukan pekerjaan yang baik akan mudah dilakukan ketika lingkungan kerja non fisik juga ikut mendukung. Apa saja contoh lingkungan kerja non fisik itu?

  • Perlakuan adil atasan terhadap semua bawannya.
  • Terdapat reward untuk setiap karyawan yang melakukan prestasi dalam bekerja.
  • Terdapat punishment untuk setiap karyawan yang lalai atau melanggar aturan kerja.
  • Tersedianya pelatihan atau edukasi terhadap peningkatan kualitas kerja karyawan,
  • Dan kondisi non fisik lainnya yang tidak terlihat secara langsung.

Lingkungan kerja baik fisik maupun non fisik keduanya sama-sama memiliki pengaruh besar dalam proses operasional perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Terciptanya lingkungan kerja yang kondusif adalah masalah yang harus segera dipecahkan oleh pemangku jabatan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja

Manusia akan mampu melaksanakan kegiatannya dengan baik, sehingga dicapai suatu hasil yang optimal, apabila di antaranya ditunjang oleh suatu kondisi lingkungan yang sesuai. Suatu kondisi lingkungan dikatakan baik atau sesuai apabila manusia dapat melaksanakan kegiatannya secara optimal, sehat, aman, dan nyaman.

Ketidaksesuaian lingkungan kerja dapat dilihat akibatnya dalam jangka waktu yang lama. Lebih jauh lagi, Keadaan lingkungan yang kurang baik dapat menuntut tenaga dan waktu yang lebih banyak dan tidak mendukung diperolehnya rancangan sistem kerja yang efisien. Banyak faktor yang mempengaruhi terbentuknya suatu kondisi lingkungan kerja.

Berikut ini beberapa faktor yang diuraikan Sedarmayanti (2001:21) yang dapat mempengaruhi terbentuknya suatu kondisi lingkungan kerja dikaitkan dengan kemampuan karyawan, diantaranya adalah :

1.      Penerangan/cahaya di tempat kerja

2.      Temperatur/suhu udara di tempat kerja

3.      Kelembaban di tempat kerja

4.      Sirkulasi udara di tempat kerja

5.      Kebisingan di tempat kerja

6.      Getaran mekanis di tempat kerja

7.      Bau tidak sedap ditempat kerja

8.      Tata warna di tempat kerja

9.      Dekorasi di tempat kerja

10.  Musik di tempat kerja

11.  Keamanan di tempat kerja

Berikut ini akan diuraikan masing-masing faktor tersebut dikaitkan dengan kemampuan manusia, yaitu :

1.      Penerangan/Cahaya di Tempat Kerja

Cahaya atau penerangan sangat besar manfaatnya bagi karyawan guna mendapat keselamatan dan kelancaran kerja. Oleh sebab itu perlu diperhatikan adanya penerangan (cahaya) yang terang tetapi tidak menyilaukan.

Cahaya yang kurang jelas, sehingga pekerjaan akan lambat, banyak mengalami kesalahan, dan pada skhirnya menyebabkan kurang efisien dalam melaksanakan pekerjaan, sehingga tujuan organisasi sulit dicapai.

Pada dasarnya, cahaya dapat dibedakan menjadi empat yaitu :

·         Cahaya langsung

·         Cahaya setengah langsung

·         Cahaya tidak langsung

·         Cahaya setengah tidak langsung

·         Temperatur di Tempat Kerja

Dalam keadaan normal, tiap anggota tubuh manusia mempunyai temperatur berbeda. Tubuh manusia selalu berusaha untuk mempertahankan keadaan normal, dengan suatu sistem tubuh yang sempurna sehingga dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di luar tubuh.

Tetapi kemampuan untuk menyesuaikan diri tersebut ada batasnya, yaitu bahwa tubuh manusia masih dapat menyesuaikan dirinya dengan temperatur luar jika perubahan temperatur luar tubuh tidak lebih dari 20% untuk kondisi panas dan 35% untuk kondisi dingin, dari keadaan normal tubuh.

Menurut hasil penelitian, untuk berbagai tingkat temperatur akan memberi pengaruh yang berbeda. Keadaan tersebut tidak mutlak berlaku bagi setiap karyawan karena kemampuan beradaptasi tiap karyawan berbeda, tergantung di daerah bagaimana karyawan dapat hidup.

2.      Kelembaban di Tempat Kerja

Kelembaban adalah banyaknya air yang terkandung dalam udara, biasa dinyatakan dalam persentase. Kelembaban ini berhubungan atau dipengaruhi oleh temperatur udara, dan secara bersama-sama antara temperatur, kelembaban, kecepatan udara bergerak dan radiasi panas dari udara tersebut akan mempengaruhi keadaan tubuh manusia pada saat menerima atau melepaskan panas dari tubuhnya.

Suatu keadaan dengan temperatur udara sangat panas dan kelembaban tinggi, akan menimbulkan pengurangan panas dari tubuh secara besar-besaran, karena sistem penguapan.

Pengaruh lain adalah makin cepatnya denyut jantung karena makin aktifnya peredaran darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen, dan tubuh manusia selalu berusaha untuk mencapai keseimbangan antar panas tubuh dengan suhu disekitarnya.

3.      Sirkulasi Udara di Tempat Kerja

Oksigen merupakan gas yang dibutuhkan oleh mahluk hidup untuk menjaga kelangsungan hidup, yaitu untuk proses metaboliasme.

Udara di sekitar dikatakan kotor apabila kadar oksigen, dalam udara tersebut telah berkurang dan telah bercampur dengan gas atau bau-bauan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Sumber utama adanya udara segar adalah adanya tanaman di sekitar tempat kerja.

Tanaman merupakan penghasil oksigen yang dibutuhkan olah manusia. Dengan sukupnya oksigen di sekitar tempat kerja, ditambah dengan pengaruh secara psikologis akibat adanya tanaman di sekitar tempat kerja, keduanya akan memberikan kesejukan dan kesegaran pada jasmani. Rasa sejuk dan segar selama bekerja akan membantu mempercepat pemulihan tubuh akibat lelah setelah bekerja.

4.      Kebisingan di Tempat Kerja

Salah satu polusi yang cukup menyibukkan para pakar untuk mengatasinya adalah kebisingan, yaitu bunyi yang tidak dikehendaki oleh telinga. Tidak dikehendaki, karena terutama dalam jangka panjang bunyi tersebut dapat mengganggu ketenangan bekerja, merusak pendengaran, dan menimbulkan kesalahan komunikasi, bahkan menurut penelitian, kebisingan yang serius bisa menyebabkan kematian.

Karena pekerjaan membutuhkan konsentrasi, maka suara bising hendaknya dihindarkan agar pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan dengan efisien sehingga produktivitas kerja meningkat.

Ada tiga aspek yang menentukan kualitas suatu bunyi, yang bisa menentuikan tingkat gangguan terhadap manusia, yaitu :

  • Lamanya kebisingan
  • Intensitas kebisingan
  • Frekuensi kebisingan

Semakin lama telinga mendengar kebisingan, akan semakin buruk akibatnya, diantaranya pendengaran dapat makin berkurang.

5.      Getaran Mekanis di Tempat Kerja

Getaran mekanis artinya getaran yang ditimbulkan oleh alat mekanis, yang sebagian dari getaran ini sampai ke tubuh karyawan dan dapat menimbulkan akibat yang tidak diinginkan.

Getaran mekanis pada umumnya sangat menggangu tubuh karena ketidak teraturannya, baik tidak teratur dalam intensitas maupun frekwensinya.

Gangguan terbesar terhadap suatu alat dalam tubuh terdapat apabila frekuensi alam ini beresonansi dengan frekwensi dari getaran mekanis. Secara umum getaran mekanis dapat mengganggu tubuh dalam hal :

6.      Kosentrasi bekerja

Datangnya kelelahan Timbulnya beberapa penyakit, diantaranya karena gangguan terhadap : mata, syaraf, peredaran darah, otot, tulang, dan lain,lain.

7.      Bau-bauan di Tempat Kerja

Adanya bau-bauan di sekitar tempat kerja dapat dianggap sebagai pencemaran, karena dapat menganggu konsentrasi bekerja, dan bau-bauan yang terjadi terus menerus dapat mempengaruhi kepekaan penciuman.

Pemakaian “air condition” yang tepat merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menghilangkan bau-bauan yang menganggu di sekitar tempat kerja.

8.      Tata Warna di Tempat Kerja

Menata warna di tempat kerja perlu dipelajari dan direncanakan dengan sebaik-baiknya. Pada kenyataannya tata warna tidak dapat dipisahkan dengan penataan dekorasi. Hal ini dapat dimaklumi karena warna mempunyai pengaruh besar terhadap perasaan. Sifat dan pengaruh warna kadang-kadang menimbulkan rasa senang, sedih, dan lain-lain, karena dalam sifat warna dapat merangsang perasaan manusia.

9.      Dekorasi di Tempat Kerja

Dekorasi ada hubungannya dengan tata warna yang baik, karena itu dekorasi tidak hanya berkaitan dengan hasil ruang kerja saja tetapi berkaitan juga dengan cara mengatur tata letak, tata warna, perlengkapan, dan lainnya untuk bekerja.

10.  Musik di Tempat Kerja

Menurut para pakar, musik yang nadanya lembut sesuai dengan suasana, waktu dan tempat dapat membangkitkan dan merangsang karyawan untuk bekerja. Oleh karena itu lagu-lagu perlu dipilih dengan selektif untuk dikumandangkan di tempat kerja. Tidak sesuainya musik yang diperdengarkan di tempat kerja akan mengganggu konsentrasi kerja.

11.  Keamanan di Tempat Kerja

Guna menjaga tempat dan kondisi lingkungan kerja tetap dalam keadaan aman maka perlu diperhatikan adanya keberadaannya. Salah satu upaya untuk menjaga keamanan di tempat kerja, dapat memanfaatkan tenaga Satuan Petugas Keamanan (SATPAM).

12.  Indikator-indikator Lingkungan Kerja

Yang menjadi indikator-indikator lingkungan kerja menurut Sedarmayanti (2001:46) adalah sebagai berikut :

·         Penerangan

·         Suhu udara

·         Suara bising

·         Penggunaan warna

·         Ruang gerak yang diperlukan

·         Keamanan kerja

·         Hubungan karyawan

Nah mungkin itu temen temen blogger penjelasan yang penulis tulis.

Sumber :

https://azwaribrahim.com/materi-kap-masalah/

 

Komentar